Isobel Goodwin menyatakan bahwa London City Lionesses berambisi menembus posisi-posisi Liga Champions di Women’s Super League (WSL) pada musim ini. Target tersebut ia sampaikan setelah menjadi pahlawan kemenangan 4-1 timnya atas Charlton Athletic, Sabtu, lewat dua gol yang ia cetak hanya dalam rentang dua menit.
Pernyataan itu muncul di momen yang tepat. London City Lionesses baru saja menelan kekalahan dari West Ham pada laga kedua musim 2026-27, sehingga kemenangan di kandang Charlton menjadi jawaban atas tekanan yang sempat mengemuka. Dengan tiga pertandingan sudah berjalan dan laga berat melawan Brighton menanti, hasil ini sekaligus menjadi penanda seberapa jauh ambisi skuad asuhan tersebut bisa diwujudkan musim ini.

Dua Gol Cepat Goodwin Warnai Kemenangan 4-1
London City Lionesses tampil sebagai tim tamu, tetapi mendikte jalannya pertandingan sejak awal. Goodwin membuka keunggulan dan menambah satu gol lagi hanya dalam selang dua menit, sebuah rentetan yang praktis mematahkan perlawanan Charlton. Selain dirinya, Jana Fernandez dan Nicole Anyomi juga mencatatkan nama di papan skor untuk melengkapi kemenangan 4-1.
Dominasi anak asuh tersebut terlihat jelas dari statistik laga. London City mengumpulkan 26 tembakan dengan akumulasi 4,13 expected goals (xG), sementara Charlton hanya mencatat 0,59 xG dari enam percobaan. Selisih angka itu menggambarkan bukan sekadar kemenangan tipis, melainkan penguasaan permainan yang nyaris tanpa celah.
Bagi Goodwin, kontribusi gol ini terasa istimewa karena datang di saat timnya butuh respons cepat. Ia mengaku senang bisa masuk daftar pencetak gol, tetapi menegaskan bahwa kemenangan besar jauh lebih berarti bagi moral skuad. Dua gol dalam dua menit juga menunjukkan ketajaman naluri seorang penyerang yang mampu memanfaatkan momentum saat pertahanan lawan mulai goyah.
Reaksi Cepat Setelah Kekalahan dari West Ham
Kemenangan atas Charlton tidak bisa dilepaskan dari kekalahan sebelumnya. Pada laga kedua musim 2026-27, London City Lionesses takluk dari West Ham, sebuah hasil yang menuntut pembuktian di pertandingan berikutnya. Tekanan untuk bereaksi itulah yang, menurut Goodwin, menjadi bahan bakar utama timnya di kandang Charlton.
“Senang bisa masuk daftar pencetak gol, kami harus bereaksi atas pekan lalu. Benar-benar bahagia, kemenangan besar,” ujar Goodwin kepada BBC Two. Ia menambahkan bahwa seluruh tim hanya fokus pada satu hal sederhana, yaitu mencetak gol sebanyak mungkin sebagai bentuk jawaban atas performa pekan sebelumnya.
Menurutnya, hasil ini memberi suntikan kepercayaan diri yang besar untuk menghadapi laga berikutnya. Goodwin juga menyoroti adanya pertandingan penting pekan depan dan berharap timnya bisa mengamankan tiga poin. “Ini memberi kami banyak kepercayaan diri untuk ke depan. Ada laga besar pekan depan, semoga kami bisa meraih tiga poin,” katanya.
Ambisi Liga Champions London City Lionesses
Yang paling menarik dari pernyataan Goodwin adalah eksplisitnya target yang ia bicarakan. Ia menegaskan ingin mencetak sebanyak mungkin gol, namun segera mengingatkan bahwa sepak bola adalah olahraga tim. Bagi dirinya, torehan pribadi hanya bermakna bila berujung pada posisi akhir yang setinggi mungkin di klasemen.
“Saya ingin mencetak sebanyak mungkin gol, tapi ini olahraga tim. Kami ingin finis setinggi mungkin dan semoga bisa masuk Liga Champions,” ujarnya. Pernyataan itu menempatkan London City Lionesses bukan lagi sebagai tim yang sekadar ingin bertahan di kompetisi, melainkan sebagai pihak yang berani berbicara soal persaingan di zona Eropa.
Ambisi tersebut tentu tidak murah. Posisi-posisi yang berhak atas tiket Liga Champions di WSL biasanya menjadi rebutan tim-tim besar dengan kedalaman skuad dan pengalaman bertanding di level tertinggi. Karena itu, pernyataan terbuka semacam ini sekaligus menjadi tekanan tersendiri bagi London City Lionesses untuk menjaga konsistensi sepanjang musim, bukan hanya bersinar di laga-laga tertentu.
Peran Alexia Putellas di Balik Kemenangan
Kemenangan atas Charlton juga tidak lepas dari kontribusi pemain Spanyol, Alexia Putellas. Ia mencatat assist untuk gol pembuka Goodwin, sekaligus menciptakan tiga peluang bagi rekan-rekannya. Selain itu, Putellas memenangi sembilan dari 19 duel dan sukses dalam dua tekel yang ia coba, angka yang menunjukkan bahwa perannya tidak terbatas pada urusan menyerang.
Kepada BBC Two, ia mengaku menikmati aspek fisik pertandingan di Inggris. “Saya menikmati duel, kompetisi; setiap pertandingan di sini sangat berbeda,” tuturnya. Ia menyebut kompetisi ini sulit diprediksi, sehingga setiap tim dituntut cepat beradaptasi dengan karakter lawan yang berganti-ganti tiap pekan.
Bagi Putellas, kunci kemenangan bukan pada pola yang rumit, melainkan pada kemampuan membaca kelemahan lawan. “Saya benar-benar menikmatinya, semuanya tidak terduga. Sebagai tim, kami hanya perlu menemukan kelemahan lawan untuk mencetak gol dan menang,” katanya. Kombinasi antara pengalaman dirinya dan ketajaman Goodwin menjadi salah satu senjata yang paling berbahaya bagi London City Lionesses musim ini.
Ujian Brighton dan Peta Persaingan WSL 2026-27
Setelah Charlton, London City Lionesses sudah ditunggu lawan berikutnya, Brighton. Goodwin sendiri menyebut laga tersebut sebagai pertandingan besar, isyarat bahwa ia sadar ritme kemenangan harus dijaga agar target posisi Liga Champions tetap realistis. Dalam kompetisi sepanjang WSL, kalah dan menang silih berganti adalah hal biasa, sehingga kemampuan meraih tiga poin secara beruntun sering kali menjadi pembeda antara tim papan atas dan tim papan tengah.
Dari sisi performa, laga melawan Charlton memberi gambaran soal potensi tim ini ketika semua elemen berjalan seirama. Produktivitas 26 tembakan dan 4,13 xG menunjukkan bahwa mesin serangan mereka bekerja efektif, sementara penampilan Putellas memperlihatkan bahwa lini tengah mampu menopang kebutuhan itu. Tantangan berikutnya adalah mereplikasi performa tersebut saat tidak berada di posisi dominan, terutama ketika menghadapi tim yang lebih rapat dan disiplin dalam bertahan.
Kemenangan ini juga menegaskan bahwa kekalahan dari West Ham lebih pantas dibaca sebagai insiden ketimbang tren. Jika Goodwin dan rekan-rekannya mampu mempertahankan standar permainan seperti saat mengalahkan Charlton, wacana soal finis di posisi Liga Champions bukan lagi sekadar angan-angan. Namun, perjalanan musim masih panjang dan setiap poin akan diuji oleh jadwal yang padat serta lawan-lawan yang kian memahami cara bermain mereka.
Kesimpulan
Kemenangan 4-1 atas Charlton Athletic menjadi titik balik yang dibutuhkan London City Lionesses setelah kalah dari West Ham. Dua gol Goodwin dalam dua menit, ditambah kontribusi Jana Fernandez dan Nicole Anyomi, membuktikan bahwa tim ini memiliki daya gedor yang serius, terlebih dengan 4,13 xG dari 26 tembakan yang mereka hasilkan.
Yang kini menjadi pekerjaan rumah adalah mengubah satu momen gemilang menjadi konsistensi. Goodwin sudah berbicara terbuka soal target finis setinggi mungkin dan peluang masuk Liga Champions, sebuah ambisi yang harus dibuktikan lewat laga-laga berikutnya, dimulai dari duel melawan Brighton. Jika standar permainan di kandang Charlton bisa dipertahankan, target tersebut bukan hal yang mustahil untuk dikejar.


















